Home / Pembinaan Teritorial / KOARMABAR TNI AL BEBASKAN KAPAL CARGO JEPANG MV SHIMAMARU YANG DIROMPAK DI SELAT SINGAPURA

KOARMABAR TNI AL BEBASKAN KAPAL CARGO JEPANG MV SHIMAMARU YANG DIROMPAK DI SELAT SINGAPURA

Dalam simulasi latihan penanggulangan perompakan terhadap kapal cargo MV Shimarumaru di perairan Selat Singapura telah ditinjau oleh Komandan Kodiklat TNI Mayor Jenderal TNI (Mar) I Wayan Mendra dengan jajarannya. (9/10/2014)

Dalam simulasi latihan penanggulangan perompakan terhadap kapal cargo MV Shimarumaru di perairan Selat Singapura telah ditinjau oleh Komandan Kodiklat TNI Mayor Jenderal TNI (Mar) I Wayan Mendra dengan jajarannya. (9/10/2014)

Menurut informasi penerangan Koarmabar, awal mula simulasi Latihan, PEMERINTAH Jepang meminta bantuan kepada TNI khususnya TNI AL untuk mencari, menangkap dan membebaskan kapal cargo MV Shimamaru berbendera Jepang yang mengangkut peralatan vital pembangkit listrik tenaga nuklir yang dirompak di Selat Singapura.

Berkaitan dengan itu, Komandan Komando Pendidikan Latihan (Dankodiklat) TNI Mayor Jenderal TNI (Mar) I Wayan Mendra bertindak selaku Panglima TNI menyampaikan Direktif kepada kepada Pangarmabar Laksamana Muda TNI I.N.G.N. Ary Atmaja, S.E., pada Latihan Kesiapsiagaan Koarmabar 2014 termasuk untuk membebaskan Kapal Cargo MV Shimamaru berbendera Jepang, di Aula Gedung Yos Sudarso, Mako Koarmabar, Jalan Gunung Sahari No.67 Jakarta Pusat.

Mayjen TNI ( Mar) I Wayan Mendra dalam direktif menyampaikan bahwa Selat Malaka yang menjadi wilayah tanggung jawab operasi Koarmabar berada di perairan yurisdiksi nasional wilayah barat Indonesia dengan posisi geografisnya terletak di jalur pendekat dua samudera, menjadikannya sebagai salah satu jalur palayaran terpadat di dunia dan sangat strategis baik bagi kepentingan ekonomi dan politik maupun militer negara-negara besar di kawasan Asia Pasifik. Oleh karena itu, apabila terjadi gangguan maupun interdiksi di jalur pelayaran ini maka berdampak pada instabilitas perekonomian dunia.

Selanjutnya dalam latihan tersebut dilaksanakan paparan oleh Asintel Panglima TNI Laksmana Muda TNI Amri Husaini tentang perkembangan lingkungan strategis dan situasi intelijen terkini di Selat Malaka. Kemudian dilanjutkan dengan paparan Asops Panglima TNI tentang operasi yang dapat dilaksanakan dalam mendukung operasi Jala Pari-14 guna membebaskan MV Shimamaru.

Dari hasil paparan tersebut, Panglima TNI selanjutnya memberikan beberapa penekanan kepada para pelaku latihan agar dalam melaksanakan tugas operasi selalu mengadakan koordinasi terus menerus dengan Mabes TNI dan komando samping guna memudahkan pelaksanaan tugas, mencari dan melumpuhkan perompak MV Shimamaru secepatnya dan menyelamatkan muatan maupun sandera serta menghindari jatuhnya korban jiwa dan kerugian materiil.

Sementara itu, Pangarmabar dalam briefing awal mengatakan bahwa proses analisa tugas, briefing analisa tugas dan petunjuk perencanaan perintah kesiapan oleh Pangarmabar kepada para pelaku operasi pembebasan kapal cargo kapal cargo MV Shimamaru berbendera Jepang yang dirompak di Selat Singapura.

About master